Tuesday, June 9, 2009

SKU - Struktur Permodalan

.
B. STRUKTUR PERMODALAN
1. Struktur pembiayaan
No Kelompok biaya Jumlah
A Jumlah biaya proyek
1 Modal tetap 41,160
2 Modal kerja netto 17,446
3 Jumlah biaya proyek 58,606

B Sumber dana permodalan
1 Modal Pinjaman pihak ke-3
2 Modal ditanam
a. Setoran pemegang saham 58,606
b. Laba ditahan/penyertaan modal

C Jumlah permodalan 58,606




Read More...

Saturday, June 6, 2009

STUDY KELAYAKAN USAHA for small Bussines

.

Ada beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan dalam menghadapi sebuah proyek, agar proyek tersebut tidak mengalami kerugian setelah operasinya dijalankan. Yakni "STUDY KELAYAKAN USAHA". Elemen apa saja yang terkandung dalam SKU tersebut : Diantaranya adalah Aspek Ekonomi dan Keuangan yang mencakup : Pertama Berapa besar jumlah permodalan yang dibutuhkan baik modal kerja maupun modal investasi. Kedua Struktur Permodalannya apakah berasal dari Modal Sendiri (Setoran Modal dari para pemilik modal) atau berasal dari Dana Pihak ketiga (Dana Perbankan), biasanya yang baik/sehat komposisinya adalah 70% - 30%. Yang Ketiga adalah Evaluasi Kemampuan Usaha memenuhi Kewajiban Finansial melalui 3 indikator yaitu : Perkiraan Mutasi Kas, Perkiraan Laba Rugi dan Perkiraan Neraca. Yang Ke Empat adalah Penilaian Investasi apakah proyek tersebut layak dijalankan atau tidak ??? dalam hal ini mari kita ukur dengan menggunakan 4 (empat) alat ukur yang lazim biasanya digunakan yakni : 1. Metode Payback Periode (MPP), 2. Metoda Net Present Value (NPV), 3. Metode Profitability Index (PI) dan yang ke. 4. Metoda Break Event Point (BEP). Kali ini saya akan mencoba menjelaskan Elemen yang pertama dari SKU yakni JUMLAH DANA PERMODALAN .................
















































































































































































































































































A. JUMLAH DANA PERMODALAN
No Kelompok Biaya Nilai Rp. Keterangan


Nilai_Rp. 000,-

I Pra-Investasi :
Biayasanya komponen ini mencakup Biaya perizinan, biaya konsultan dan biaya
lainnya sebelum proyek dijalankan.






II Gedung & Bangunan
: Pada era sekarang pengusaha akan lebih cenderung menggunakan bangunan sewa
dari pada investasi baru.





III. Fasilitas Proyek


1 Mebeler 20,600

2 Equipment 9,640

3 Kebutuhan Lainnya 7,120

4 Lainnya 3,800






Sub_jumlah 41,160

IV Kendaraan






V Biaya tak terduga (5-10%(I-IV) -

Jumlah dana modal tetap
41,160

2.
Anggaran dana modal kerja awal


No Kelompok Biaya Nilai Rp. Keterangan

I Harta lancar

1 Persediaan barang 7,950 36 % omzet





2 Piutang dagang 4,417 20 % omzet





3 Petty cash 5,079 23 % omzet


Jumlah harta lancar 17,446

II Hutang lancar


1 Hutang dagang


2 Hutang lainnya


III MODAL KERJA NETTO(I-II)
17,446

3. Anggaran dana keseluruhan


1. Dana modal tetap 41,160

2 .Dana modal kerja awal (netto) 17,446

Total (1+2) 58,606




Read More...

Friday, June 5, 2009

PERSONALS FINANCE

.

1. Jika kita ingin kaya kita harus tahu makna sukses dan bahgia. SUKSES yaitu mendapatkan apapun yang kita inginkan. BAHAGIA yaitu mensyukuri apapun yang kita sudah dapatkan.
2. Menjadi kaya jauh lebih cepat, kita harus belajar dan bekerjasama dengan orang yang terbaik dibidangnya. Sudahkan saya bekerjasama dengan yang terbaik? Jika belum apa solusinya?
3. Untuk bias kaya dengan aman, kita harus memiliki PASIF INCOME yang mantap. Maka mulailah untuk membuat pasif income yang mantap sedini mungkin.



4. Nilai akademis yang bagus belumlah cukup untuk meraih kesuksesan di dunia nyata. Itu harus ditambahkan dengan dedikasi dan hasrat kuat untuk menang dalam tiap proses kesuksesan.
5. Jika investasi dalam property, harus dipertimbangkan antara lain tentang uang sewa yang dibayarkan oleh penyewa sehingga kita tetap bias dapat keuntungan dalam berbagai kondisi yang terjadi.
6. Jika orang ingin lebih kaya mereka harus bias menemukan lingkungan yang memungkinkan mereka untuk mengembangkan kecerdasan financial mereka. Temukan segera lingkungan yang mendukung tersebut.
7. Untuk supaya masa depan keuangan lebih baik, sebaiknya kita bukan hanya menabung. Gunakan juga daya ungkit, sehingga investasi kita bias berkembang jauh mengalahkan inflasi.
8. Banyak orang miskin semakin jatuh miskin karena mereka tidak tahu, bahwa sebenarnya SIKAP mereka terhadap masalah keuangan itulah yang menjadi masalah utama mereka.
9. Untuk meraih kesuksesan yang lebih, perlu kombinasi yang baik antara ketangguhan Iman, Fisik, dan Mental. Jika kita abaikan salah satunya biasanya kesuksesan tidak bertahan lama

Read More...

Tuesday, June 2, 2009

HOLDING COMPANY

.
Holding Company saat ini sedang ngetrend, dan gaung yang paling keras terutama di kalangan BUMN, dengan topiknya superholding BUMN. Keinginan membentuk holding memang bukan keinginan baru. Konsep holding pun juga sudah disusun. Tetapi kenyataan "holdingisasi" BUMN yang sudah menjadi wacana sejak dahulu tak kunjung menjadi kenyataan. Tapi holdingisasi BUMN tidak mungkin ditampik, terutama jika melihat kesuksesan tetangga kita seperti Temasek (Singapura) dan Khazanah (Malaysia).

Bagaimana untuk perusahaan di luar BUMN? Kecenderungan serupa juga melanda perusahaan swasta. Apalagi melihat perusahaan swasta banyak yang melakukan pola diversifikasi konglomerasi, jika tidak dikemas dalam holding company, niscaya sinergi yang diharapkan tak tercapai.

Holding company menjadi isu strategis bagi kelompok perusahaan. Dalam kemasan holding company penyelarasan berbagai aspek bisnis, optimalisasi pengelolaan sumber daya dan portfolio bisnis yang berujung peningkatan nilai tambah perusahaan, serta institusionalisasi sistem dapat ditampung. Kenyataannya memang masih banyak dijumpai Holding Company yang belum dikelola dengan baik sehingga justru menjadi beban baik bagi perusahaan induk maupun anak perusahaan serta afiliasinya, dan nilai tambah yang diharapkan meleset.

Holding Company berfungsi sebagai perusahaan induk yang berperan merencanakan, mengkoordinasikan, mengkonsolidasikan, mengembangkan, serta mengendalikan dengan tujuan untuk mengoptimalkan kinerja perusahaan secara keseluruhan, termasuk anak perusahaan dan juga afiliasi-afiliasinya.

Perusahaan berbentuk Holding Company dapat memetik beberapa keuntungan. Jika ditilik dari sisi finansial, keuntungan yang dapat dipetik adalah kemampuan mengevaluasi dan memilih portfolio bisnis terbaik demi efektivitas investasi yang ditanamkan, optimalisasi alokasi sumber daya yang dimiliki, serta manajemen dan perencanaan pajak yang lebih baik. Sementara jika dilihat dari sisi Non Finansial terdapat sederet manfaat. Bentuk Holding Company memungkinkan perusahaan membangun, mengendalikan, mengelola, mengkonsolidasikan serta mengkoordinasikan aktivitas dalam sebuah lingkungan multibisnis. Juga menjamin, mendorong, serta memfasilitasi perusahaan induk, anak-anak perusahaan, serta afiliasinya guna peningkatan kinerja. Yang tidak kalah pentingnya adalah membangun sinergi diantara perusahaan yang tergabung dalam Holding Company serta memberikan support demi terciptanya efisiensi. Dari sisi kepemimpinan juga terjadi institusionalisasi kepemimpinan individual ke dalam sistem.

Proses pembangunan dan pengelolaan Holding Company dilakukan melalui serangkaian tahapan. Langkah awal yang harus dilakukan adalah pemahaman seputar definisi, karakteristik, serta faktor-faktor kunci penunjang kesuksesan sebuah Holding Company.

Langkah berikutnya perencanaan membangun Holding Company. Dalam tahap ini alasan-alasan yang mendasari rencana pendirian Holding Company harus dirumuskan secara jelas. Kepentingan stakeholder harus mendapat perhatian karena kepentingan serta pengaruh yang mereka miliki mempunyai dampak langsung terhadap aktivitas perusahaan. Demikian pula dengan aspek-aspek strategis seperti aspek finansial, struktur organisasi, dan sumber daya manusia. Setelah hal-hal diatas berhasil dirumuskan dengan jelas, barulah kemudian disusun roadmap pembentukan serta pengembangan Holding Company.

Fase berikutnya adalah pengendalian kinerja. Perlu disusun Sistem Pengendalian Manajemen (Management Control Sistem), yaitu sebuah sistem manajemen perusahaan terintegrasi yang digunakan dalam aktivitas perencanaan dan sesudahnya bagi aktivitas pengukuran, pengendalian, pemantauan, dan auditing guna tercapainya hasil yang diinginkan yang disertai dengan akuntabilitas yang transparan. Elemen-elemen yang terkandung di dalamnya meliputi struktur organisasi dengan peran serta tanggung jawab yang jelas, arus informasi, responsibility center, proses inplementasi, delegasi wewenang, serta audit.

Dan langkah terakhir yang tak boleh dilupakan adalah pengelolaan perubahan. Tahap ini terdiri dari resolusi konflik, promosi tata nilai dan perilaku yang diharapkan, penguatan spirit yang mendukung perubahan, serta perubahan paradigma.
Read More...